Archive for the ‘Indonesia’ Category
Previlige Sebagai Seorang Indonesia
Tadi aku dikejutkan oleh manajer. “Hari Minggu kita harus ke Dallas,” katanya. Buset, keputusan yang tiba-tiba. Memang sih sebelumnya isu ini sudah pernah dibicarakan, melihat perkembangan masalah yang ada, harus ada perwakilan perusahaan yang hadir di Dallas, Texas. Cuma ya saya heran, keputusannya cuma 6 hari sebelum hari H.
Dengan masih bertanya-tanya di hati, aku menghadiri briefing perkembangan masalah dan detail rencana kerja di sana. Kemungkinan bahwa jika diperlukan harus tinggal di sana sampai September membuatku semakin bertanya-tanya. Kali ini bertanya-tanya tentang rencana orangtua dan adikku yang akan mengunjungi Jepang di bulan Juli nanti. Buset, berantakan semua dah..
Winter Has Passed
Winter has passed!
I’m sitting in my room now. Watching scenary through the balcony. The sakura falls. When the wind blows, the pink colored flowers are detached from the trees and float in the air. They are floating.. Like little pink butterflies they are floating.. Pink butterflies fill the air.. Very beautiful.
I cleaned up my room a while ago. Not an activity that I do often
. Washed the winter jacket and hang it back. Washed the extra blanket I used during the winter and put it to the wardrobe. Won’t need them until the next winter comes.
I’m airing the futon now. Refreshing it, to make it warm and soft again.
Spring is in the air!
“Dan, aku mau berkunjung ke Ome, naik sepeda!”
“Yang benar aja lu, muri da yo,” kata si Dana waktu aku sampaikan kalimat di atas kira-kira sebulan yang lalu. “Lha, kenapa?” kutanya balik. “Marvin sama Danny udah pernah nyoba ke Tachikawa, 30 menit ngebut,” jawab si Dana. “Mending kamu coba sampai Tachikawa dulu, nanti kalo langsung ke Ome malah malas balik pake sepeda, sepedanya nanti malah ditinggal di Ome, ” sambung Dana. “Ya gak apa-apa Dan, paling sekitar 50-60 menitan ke sana. Lumayan, sepeda santai Sabtu pagi. Sorenya baru balik lagi ke Fuchu,” kataku. “Lagipula udah lama gak naik sepeda, udah 5 tahun apa ya?”
Yap, saya baru saja beli sepeda sebulan yang lalu. Setelah 5 tahun tidak pernah lagi naik sepeda, sekarang bisa naik sepeda lagi. Kalo gak salah, sepeda yang di rumah dulu dikasi ke saudara sewaktu saya SMU kelas 2. Wah, kalo begitu, bukan 5 tahun. Sudah 7 tahun.
Yang mau saya ceritakan di tulisan ini bukanlah tentang sepeda saya itu. Gak penting itu. Tapi, tentang konsumtivisme dan orang-orang Jepang. (Hubungannya apa sama sepedamu itu pak??)
Beruntung Orang-orang Singapura Itu
Pernah ada yang nanya, susahnya hidup di negara orang itu apa sih? Hmm, apa ya? Ada sih beberapa. Meskipun tidaklah sangat menyusahkan, tetapi kurasa cukup menyulitkan juga. Terutama di masa-masa awal tiba di Jepang.
Yang pertama adalah adanya perbedaan kultur dan kebiasaan. Ada hal yang dulu di Indonesia wajar kalo di dilakukan, di sini menjadi sesuatu yang aneh kalo dijalankan, dan ada hal yang di sini wajar dilakukan, kalau dilakukan di Indonesia adalah sesuatu yang tidak lumrah. Misalnya, dulunya ketika berkenalan dengan seseorang biasanya aku menjabat tangan orang itu. Kalau di sini cukup dengan membungkukkan badan. Coba kalo dipraktikkan di Indonesia..
