Archive for August 2010
Ska vi ta en fika?
Aku meninggalkan Indonesia menuju Swedia pada tanggal 17 Agustus kemarin, di hari peringatan kemerdekaannya. Tidak ada rasa gempita hari kemerdekaan yang kurasa hari itu, datar-datar saja. Sedikit sendu malah. “Selamat tinggal Indonesia, aku harus meninggalkanmu lagi, untuk beberapa lama”.
Pesawatku berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 19.00. Rutenya adalah Jakarta (Indonesia) – Bangkok (Thailand) – Stockholm (Swedia). Total waktu tempuh sampai ke Stockholm 17 jam. Salah satu perjalanan terlama dan terpanjang yang pernah kujalani.
Ada beberapa keberuntungan/nasib baik yang terjadi sepanjang perjalanan dari Jakarta sampai Stockholm kemarin. Diawali di Jakarta. Saat check-in, barang bagasiku ditimbang. Total beratnya sekitar 35 kilogram. Lebih 5 kilogram dari jatah free checked luggage yang hanya 30 kilogram. Padahal yang 30 kilogram itu sudah termasuk “hadiah” tambahan jatah bagasi 10 kilogram dari pihak airlines yang mengabulkan permohonan tambahan jatah bagasiku dengan alasan sebagai mahasiswa. Tadinya jatah bagasi hanya 20 kilogram saja.
European Spirit
Setiap mahasiswa internasional baru di KTH mendapatkan sebuah “Welcome Package” dari student union. Isinya cukup bagus dan berguna bagi mahasiswa baru. Misalnya, ada peta kampus KTH, peta kota Stockholm, peta jalur transportasi, SIM card untuk telepon di Swedia, dan sebagainya.
Tapi ada satu “pemberian” yang paling menarik:
Recollecting memories (and it is still the same me)
Kemarin sepulang dari Bandung, saya sedikit browsing-browsing gak jelas menggunakan modem Aha dari Esia yang baru dibeli adek saya di Bandung. Koneksinya cepat (dibandingkan Telkomsel Flash), mungkin karena masih tahap promosi (seperti kebiasaan penyedia jasa internet di Indonesia).