(Setelah hanya berupa judul selama seminggu, ide untuk tulisan ini pun sudah terbang..)
Karaoke berasal dari bahasa Jepang. Terdiri atas 2 kata, kara dan oke. Kara berarti kosong, oke berasal dari kata orkestra. Jadi secara gampang, karaoke berarti orkestra kosong. Alunan lagu tanpa isian vokal.
Aku bukan penggemar karaoke, tapi biasanya, bila memungkinkan, aku akan memenuhi ajakan untuk ber-karaoke-ria. Kenapa? Ada suasana khas yang sangat kusenangi di dalam ruang karaoke. Orang-orang dapat menjadi begitu lepas di sana. Bernyanyi dengan apa adanya. Menertawakan suara orang lain, menertawakan kekonyolan suara sendiri. “Inilah saya apa adanya..”.
Aku selalu suka ketika suasana seperti itu datang. Begitu lepas, begitu bebas, begitu segar. Seandainya saja semua orang bisa berlaku seperti itu selalu. Jujur, tidak manipulatif, tidak berpura-pura. Seandainya..
Daftar laguku bila ber-karaoke-ria:
(1) Build Me Up Buttercup – The Foundation
(2) All My Loving – The Beatles
(3) YMCA – Village People
(4) My Way – Frank Sinatra
(5) Kimi No Sukina Toko – Ken Hirai
(6) I Will – The Beatles
(7) Forever Love – X Japan
(Hari ini adalah hari libur. Seharusnya saya pun libur dan menghadiri acara pernikahan Pendeta Surya. Tapi saya akhirnya justru masuk kantor… Weleh weleh weleh…
)
mia g inget kelas brp,tp mia inget bgt kamu disuruh ma guru nyanyi ke depan kls,lagunya “perjalanan ini terasa sgt menyedihkan,sayang kau tak duduk disampingku kawan….”
Wah, aku nggak ingat lagi tuh..