Tahun 2008 kemarin, Tuhan memberikan beberapa kejutan. Menyenangkan di satu sisi… tapi tak urung kadang membuatku tertegun dalam ketakpahaman.
Tahun 2008 kemarin, Tuhan membolehkanku mengunjungi satu tempat baru. Tempat yang memang sebelumnya suatu saat ingin kukunjungi. Di sana aku mendapat kesempatan mengerjakan sesuatu yang baru melalui interaksi dengan orang-orang baru di lingkungan baru. Sesuatu yang kembali berhasil mengubah paradigma dan memperkaya pengalaman.
Tahun 2008 kemarin, secara tiba-tiba aku ditinggal seorang teman dekat yang meneruskan perjuangannya di tempat yang baru. Sempat membuatku sepi oleh kehilangan yang tiba-tiba. Namun senang juga melihat dia demikian semangat dan bahagia karena telah berhasil mendapatkan impiannya. Yang lalu membuatku bertanya pada diri sendiri, apakah aku tidak sedang menunda mimpiku sendiri saat ini?
Tahun 2008 kemarin, Tuhan secara elegan membawaku pada lingkungan dan suasana yang sedemikian, yang mengingatkanku pada masa-masa lalu. Nostalgic sentiment.. Tak berhenti sampai di situ, Dia bawa aku bertemu lagi dengan orang-orang dari masa lalu itu. Nostalgic sentiment.. Sekonyong-konyong aku pun dilanda kenangan masa kemarin. Entah apa tujuan Tuhan melakukan hal itu. Kenangan yang sebagian menarik untuk dikenang memang. Namun sebagian berisi kenangan yang lama dulu telah kuputuskan untuk kulupakan. Namun sekarang aku diingatkan lagi semuanya.. Mungkin saja, Tuhan ingin aku melihat kembali sesuatu di sana dari sisi yang lain. Mungkin saja, aku bisa belajar sesuatu dari sana. Entahlah…
Kejutan-kejutan di tahun 2008 menghantarkanku ke tahun 2009 dengan ketertegunan. Kejutan-kejutan di tahun 2008 menyadarkanku pada pilihan-pilihan yang ada mengenai masa mendatang. What is one of man’s biggest fear? Adalah ketika dia tidak terlalu yakin apa yang harus dilakukan. Dan sekarang aku khawatir..
Sepertinya, Tuhan sedang mendewasakanku. Selama ini Dia telah sangat bermurah hati memberikan petunjuk bagiku dalam memutuskan. Sepertinya, kali ini Dia ingin melihatku mengambil keputusan dengan lebih mandiri. Dan aku tahu, keputusan yang diambil akan berpengaruh begitu besar pada perjalananku beikutnya.
Tapi, aku yakin, Tuhan kan tetap membimbing. Tahun ini, kan kutetapkan keputusanku!
..is it today or is it tonight, we’ll find the answer to our life…
- 5 Januari 2009, Incheon-Seoul
huhuy,mantapz mantapz! mau nyusul dana ya?bukan ke singapurnya,yg satunya itu, hehe