Tadi aku dikejutkan oleh manajer. “Hari Minggu kita harus ke Dallas,” katanya. Buset, keputusan yang tiba-tiba. Memang sih sebelumnya isu ini sudah pernah dibicarakan, melihat perkembangan masalah yang ada, harus ada perwakilan perusahaan yang hadir di Dallas, Texas. Cuma ya saya heran, keputusannya cuma 6 hari sebelum hari H.
Dengan masih bertanya-tanya di hati, aku menghadiri briefing perkembangan masalah dan detail rencana kerja di sana. Kemungkinan bahwa jika diperlukan harus tinggal di sana sampai September membuatku semakin bertanya-tanya. Kali ini bertanya-tanya tentang rencana orangtua dan adikku yang akan mengunjungi Jepang di bulan Juli nanti. Buset, berantakan semua dah..
Selesai briefing, si manajer basa-basi mengeluarkan pertanyaan yang membuatku tercengang-cengang, “Indonesia gak perlu visa kan kalo ke US?” Wadow, gak perlu darimana? “Ya tentu saja perlu,” sahutku. Akhirnya si manajer yang tercengang-cengang.
Aku pun disuruh mencari tahu. Selidik punya selidik, ternyata Jepang termasuk negara yang memenuhi kualifikasi untuk Visa Waiver Program. Mereka bisa berkunjung ke US tanpa visa apabila kunjungannya tidak melebihi 90 hari. Selain Jepang, negara-negara yang qualified adalah : Andorra, Australia, Austria, Belgium, Brunei, Denmark, Finland, France, Germany, Iceland, Ireland, Italy, Liechtenstein, Luxembourg, Monaco, the Netherlands, New Zealand, Norway, Portugal, San Marino, Singapore, Slovenia, Spain, Sweden, Switzerland, and the United Kingdom. Dan sesuai harapan (
) saya, Indonesia tidak termasuk.
Aku pikir-pikir, enak sekali jadi warga negara-negara di atas, punya previlige seperti itu. Dan jadi bertanya-tanya, kalo sebagai warga negara Indonesia, previlige apa sih yang kita punya…? (Garuk-garuk kepala, sambil pusing mikir urusan visa yang kelihatannya bakal memakan waktu yang tidak singkat…)
Oecok Kaoe tabah ya amang,,,
unang polla tanggis hoo..
boa ma bahenon negara na dilehon “Amatta Par Denggan Bassa i”
Sai hipass-hipass ma ho amang..
Polla ma pikkiri sude i..
(sorry er***or for local peoples
”only batak people could understand it)
Hidup Lah selagi napas mampu kaoe tarik..
Jejak kan,,, segala prestasimu..
horassss,
jpm
Warga negara Indonesia bisa berkunjung ke Malaysia tanpa visa apabila kunjungannya tidak melebihi 30 hari.
http://eurekatraveler.wordpress.com/2008/05/04/daftar-negara-bebas-visa-dengan-paspor-indonesia/
Ya, rata-rata negara di benua America dan Eropa gak pernah masukin Indonesia dalam kategori ‘visa waiver’.
Privilege kita ? Wah banyak…. Contohnya : bebas makan sambal paling pedas (contoh sambal andaliman) tanpa takut sakit perut. Sementara ‘Mr. John’ kawanku itu, kena sentuh cabe dikit aja lidahnya sudah kayak terbakar dan langsung sakit perut..
Privilege lain, bisa punya rumah di tanah dengan halaman luas, coba bandingkan dengan orang2 Jepang di negaranya, udah makin susah dapat privilege kayak gitu khan..
Masih banyak lah, jadi engga usah khawatir orang Indonesia akan kehilangan privilege.
Salam kenal ya… Horas dan mauliate …
@Jhon: I ma tutu!
@Arief: Nunggu2 kalo ada kerjaan di Malaysia kalo gitu nih. Begitu ada, lgsg bisa ngomong ke si bos, “Mau berangkat sekarang juga OK!”
Gimana persiapan nikahnya? Lancar? Sori ndak bisa hadir ya. Selamat sekali lagi dan semoga jadi keluarga yang berbahagia.
@Bang Erwin: Horas Bang. Salam kenal juga. Hahaha iya juga tuh. Rumah di sini macam kandang2, gak punya halaman yang terdefinisi dengan jelas..
Halo coi, mantap kali lah ya, jalan2 nya udah sampe ke Dallas gitu
memang coi, ada suatu keistimewaan untuk negara2 tersebut. Indonesia juga punya kok, yaitu klo mau ke negara2 ASEAN, kgk perlu ngurus visa (udah lega hatimu coi, ternyata negara kita punya previlige juga)
wakakakak
[...] seperti ini berawal dari awal Juli kemarin. Setelah sebelumnya direncanakan untuk berangkat bersama, manajer saya tiba-tiba memutuskan untuk berangkat seorang diri dulu ke US. Namun sebelum [...]