Malam ini, 24 Desember, adalah malam Natal. Christmas Eve, kata orang-orang yang di negara yang berbahasa Inggris. Untuk kedua kalinya aku merayakan Natal di Jepang, jauh dari keluarga. Kalo dihitung-hitung lagi, sebenarnya udah 4 tahun gak pernah merayakan Natal di rumah. Dua tahun terakhir karena terdampar di Negeri Sakura ini. Dua tahun sebelumnya karena terjebak sebagai seorang mahasiswa ITB yang harus menghadapi ujian di Bandung segera setelah libur tahun baru, yang membuat opsi untuk liburan Natal ke rumah di Riau menjadi riskan untuk diambil.
Natal tahun ini sebenarnya telah kurencanakan untuk pulang ke rumah. Bahkan ketiga liburan ke Indonesia Agustus kemarin aku sudah bilang ke orang tua akan Natalan di rumah. Tapi ya apa boleh buat, tidak berjalan sesuai rencana. Adanya trouble dan keterlambatan jadwal dalam pekerjaan membuatku harus bekerja dan tidak bisa mengambil cuti di akhir tahun.
Sama seperti tahun kemarin, aku merayakan Natal bersama komunitas orang Kristen Indonesia yang ada di Tokyo. Tanggal 15 Desember kemarin Keluarga Masyarakat Kristen Indonesia (KMKI) mengadakan Natal bersama di Meguro. KMKI ini, seperti yang tersurat pada kepanjangannya, adalah paguyuban masyrakat Kristen asal Indonesia yang berdomisili di Jepang. Acara Natal KMKI kemarin diadakan di gedung SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia Tokyo). SRIT ini adalah sekolah bagi jenjang pendidikan SD sampai SMU yang dimiliki pemerintah Indonesia. Diperuntukkan bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Tokyo.
Perayaan Natal KMKI kemarin dimeriahkan oleh penampilan artis luar negeri. Luar negeri Jepang maksudnya. Yaitu artis yang asal Indonesia. Ya dimeriahkan oleh kami-kami juga, warga Indonesia di Tokyo, he..he.. (Saya main angklung lo di sana
). Perayaan dihadiri oleh Jusuf Anwar, duta besar Indonesia untuk Jepang.


Tanggal 23 Desember kemarin giliran perayaan Natal di gereja, GIII Tokyo. Perayaan tahun ini mirip dengan yang tahun kemarin. Setelah ibadah Natal dan makan malam bersama, kami berangkat ke Shibuya dan melakukan Christmas caroling di Shibuya, di depan persimpangan tersibuk di dunia. Bernyanyi menyampaikan kabar gembira dan berbagi sukacita Natal.
Natal tahun ini, sampai ketika menulis tulisan ini belum menghubungi orang lain untuk menyampaikan ucapan selamat Natal. Beberapa minggu terakhir ini aku sedang sibuk luar binasa soalnya
. Bahkan mengirimkan ucapan Natal ke teman-teman lewat e-mail (yang biasanya kulakukan tiap tahun) pun belum sempat dilakukan. Yah, nanti setelah tulisan ini, aku kirim (kalo ingat..)

Natal di Jepang sendiri menurutku cukup meriah, dari segi nuansa. Ini karena orang-orang Jepang, yang meskipun sebagian besar mengaku tidak menganut agama tertentu, ikut memasang dekorasi Natal di mana-mana dan merayakan Natal dengan cara mereka sendiri. Cara yang bagaimana? Di antaranya jalan-jalan, makan-makan, dan belanja-belanja. Di musim Natal, biasanya toko-toko banyak memberi diskon tambahan soalnya. Aku juga ikut ambil kesempatan, tadi siang beli printer foto sama iPod nano..
shaloom….
hai sobat seiiman ,selain di sriit apakah ada kumunitas kristen di saitama,….aku baru datang dan sekarang tinggal di jepang,istri ku warga jepang yang domisili di saitama ken,…..tolong saudara ku yang terkasih kristus,..mohon bantuan jawaban nya…trima kasih and GBU…
Halo Rico. Shalom, salam kenal. Ada banyak orang Kristen di Saitama. Kita yang di sekitar Tokyo beribadah di GIII Tokyo. Sudah pernah ke sana? Kalau belum, silakan datang pada hari Minggu.
Mengenai waktu ibadah dan cara menuju ke GIII Tokyo, bisa dilihat di http://www.giii-japan.org/id/home.
Dinanti kehadirannya. Tuhan memberkati.
hi Rico, salam kenal.
Aku pinjem fotonya ya, buat website natal tahun ini.
Silakan lihat di http://kmki-jepang.com/natal2008
andhi marjono